Kamis, 22 Juli 2010

Mahalnya pendidikan

Mahalnya mau lanjut kuliah. itu yang aku rasain sekarang (karena dulu kan dibiayain ortu, jadi ga ngerasa berat), dengan ijazah D3, aku masuk CPNS golongan 2C. Mau ga mau biar karir aku ga mentok aku mesti lanjut kuliah, karena ternyata D3 sama S1 bedanya jauh banget(selain masalah ilmu, karena menurutku ilmu itu pas kita aplikasikan ga ngeliat kita lulusan apa, bisa jadi untuk praktek lulusan D3 lebih jago).mulai dari gaji, gajiku sama golongan s1 bedanya lebih dari Rp.500.000,-. pegawai golongan 2C(D3) ga bisa jadi perekayasa, yang artinya ga bisa jadi pegawai fungsional. Dan masih banyak yang lain, belum lagi dapet tekanan psikologis karena di tempat kerjaku kebanyakan pegawai lulusan S2. lulusan S1 bisa diitung pake dua tangan. kalo lulusan D3 sih bisa diitung pake satu jari. Alias lulusan D3 di tempat kerjaku cuma satu orang (ya cuma aku!).
Nah karena alasan itu, akhirnya aku mutusin harus kuliah lagi S1. setelah searching di mbah google aku dapetin daftar perguruan tinggi dengan fakultas ilmu komputer/tek.informatika di bogor (domisiliku sekarang), diantaranya :
1. Ilmu Komputer IPB akreditas B
2. Teknik Informatika Univ. Pakuan akreditas B
3. Teknik Informatika/Ilkom Univ. Ibn. Khaldun Akreditas ?
4. Teknik Informatika Triguna akreditas ?
5. Teknik Informatika ST. Bina Niaga akreditas ?
Dari daftar diatas berarti cuma ada dua pilihan, Pakuan atau IPB, dan ternyata setelah tanya-tanya di universitas pakuan itu ga ada Ekstensi, yang artinya mau ga mau aku mesti lanjut di IPB.
Karena ga ada pilihan lain, akhirnya aku cari-cari aja informasi pendaftaran IPB(sebelumnya udah pernah nyari, dan tau kalo ekstensi IPB super duper mahal menurutku).
Aku bika di situs Ekstensi Ilkom IPB. Kalo yang males buka situsnya, ini nih rincian(biaya)nya :
Sanggup membayar

* Biaya pendaftaran sebesar Rp. 500.000,-
* Biaya Pengembangan Institusi dan Fasilitas (BPIF) sebesar Rp. 5.000.000,- (sekali selama menempuh pendidikan)
* Biaya non-SPP untuk administrasi KTM (Kartu Tanda Mahasiswa, Jaket, dan sebagainya) sebesar Rp. 500.000,- (sekali selama menempuh pendidikan)
* Biaya SPP yang terdiri dari BPMP sebesar Rp. 1.000.000,- per semester, dan BPMK sebesar Rp. 140.000,- per sks per semester (kecuali mata ajaran Tugas Akhir sebesar Rp. 200.000,- per sks per semester)

Pendaftaran(500rb)+BPIF(5jt)+administrasi(500rb)+SPP(1jt)+SKS(misal 18sks*140rb)= Totalnya adalah..... Rp.9.570.000,- dan itu untuk satu semester awal, selanjutnya aku mesti bayar biaya per semester ditambah uang sksnya rata-rata sekitar 3jt/semester... huhuhuhu....::nangis sambil pukul-pukul tembok::lebay...

Hasil tabunganku selama kerja 6 bln aja belum nyampe setengahnya. Kalo nunggu tabunganku bisa nyampe segitu sampe kapan ya?belum lagi kalo biayanya naik tiap tahun, bisa-bisa ga akan pernah bisa kuliah nih.
Mahalnya pendidikan itu, padahal katanya kita bisa meningkatkan kesejahteraan dengan pendidikan, tapi kalo kita ga bisa dapet pendidikan tanpa biaya yang gede trus gimana dong? Kebalik tuh, yang bener kita bisa mendapat pendidikan hanya jika kita memiliki tingkat kesejahteraan tinggi.
Mau pinter kok mahal.... cape deh

4 komentar:

Riri mengatakan...

kalo mikirnya sekali bayar mang mahal..

tp kan bayar kuliah bisa dicicil.. :D

4nd1 mengatakan...

hmmmm....
ga disangka pemikiran & pertimbangannya sampe kesitu
diriku salut banget deh sama dirimu.

__________________________________
"Do not give in to circumstances"
----------------------------------

hime mengatakan...

bisa dicicil dua kali(dalam dua semester), sedangkan biaya per semester pun jalan terus... :(

Anonim mengatakan...

ikut kuliah p2k ja,,ada tuh,,bayarnya bisa di atur,,

Poskan Komentar